Klinik Hati Prof Ali Sulaiman Klinik Hati Office

GASTROENTEROLOGY | GASTROINTESTINAL ENDOSCOPY | HEPATOLOGY

    Home       About Us     Contact Us     layanan_klinik_hati    Fasilitas Klinik Hati    Jadwal Praktek Dokter   Registrasi Pasien  |   Kegiatan Klinik Hati
Welcome © to the center of liver clinic Prof. Ali Sulaiman ©
 

Hepatitis Virus A dan B  Selayang Pandang

 

Oleh Prof. dr. H. Ali Sulaiman, Ph.D, SpPD, KGEH.

Divisi Hepatologi, Dept. I Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran  

UNIVERSITAS INDONESIA

 

21 Juli-2010  (Red. Klinik Hati)  

Hal. 1

Pendahuluan.

Jika kita berbicara hepatitis Virus dalam arti sempit maka yang dimaksud adalah penyakit hepatitis (peradangan hati)  yang disebabkan oleh 7 virus hepatitis yaitu virus hepatitis (A,B,C,D,E,GB, dan TT). Virus yang 7 ini jika masuk kedalam tubuh akan langsung mencari organ hati yang akan menjadi tempat tinggalnya dan berkembang biak. Setelah cukup banyak jumlahnya (masa inkubasi), baru akan terjadi keluhan dan gejala. Masa inkubasi ini berbeda-beda lamanya. Contoh untuk hepatitis A masa inkubasi memakan waktu 2 minggu sampai 6 minggu, sedangkan untuk hepatitis B dari 6 minggu  sampai 6 bulan.

Bagaimana caranya virus tersebut masuk kedalam tubuh juga berbeda-beda. Dalam arti yang luas hepatitis bisa disebabkan oleh banyak faktor penyebab, misalnya karena  toksin, obat-obatan, virus lain selain virus hepatitis diatas, bakteri, berbagai penyakit dan banyak lainnya. Penyebab yang disebut belakangan, mereka mengganggu hati, namun tujuan utamanya bukan hati. Sebagai contoh penyakit demam tifoid selain menyerang usus kecil dapat juga menyebabkan hepatitis tifosa, hepatitis tuberkulosa, hepatitis amubika, dll. Dalam kesempatan ini saya akan menyampaikan hanya mengenai hepatitis virus A dan B.

 

Hepatitis Virus A Akut.

Caranya virus hepatitis A (VHA)  masuk kedalam tubuh adalah melalui mulut (makanan yang tercemar oleh VHA) Jangan dikira bahwa jika kita makan direstoran berbintang 5 tidak mungkin kita tidak terkena infeksi VHA. Coba kita bayangkan dari mana datangnya sayuran sampai ke dapur hotel, dan kita memakannya dalam bentuk yang segar, artinya sayuran itu kita makan tanpa dimasak dahulu dan kebetulan sayuran tadi tercemar oleh VHA, tentu virusnya masih ada dalam sayuran tersebut. Virus hepatitis A hanya mati kalau direbus sampai temperatur 1000  Celcius  dan pastinya sayuran tersebut tidak segar lagi. Kebetulann kita yang memakan sayuran segar tadi, baca salad atau karedok, tidak mempunyai daya tahan tubuh berupa antibodi  terhadap VHA,  maka kemungkinan besar bahwa kita akan terkena hepatitis A akut (HAA) besar sekali.

 

          Tentu saja kita tidak akan sakit karena terkena HAA besoknya atau bahkan seminggu kemudian, karena masa inkubasi HAA paling cepat 2 minggu. Bahwasanya HAA karena makan salad itu sudah pernah dilaporkan dalam literatur dan bukan sekedar suatu lelucon dan dikenal sebagai hepatitis salada.  Ada lagi satu kebiasaan yang bisa memungkinkan bahwa seseorang tertular oleh VHA, ketika sewaktu ybs kehausan dan ingin minum. Sebenarnya orang tersebut sudah benar ia memilih air aqua yang pasti sudah bersih dan bebas dari kuman atau virus hepatitis A.  Namun kebetulan caranya meminum keliru. Seyogyanya  setelah botol  dibuka seharusnya airnya langsung diminum dari botolnya atau dengan memakai sedotan  yang bersih (tertutup kertas). Alih-alih diminum langsung, air aqua yang bersih dan bebas kuman atau VHA tadi dituang dulu kedalam gelas, yang kebersihannya disangsikan dan karena ingin dingin maka ia minta es agar dimasukkan kedalam gelasnya. Kita tidak yakin juga akan kebersihan es batu tersebut, karena air yang dibuat untuk menjadi es batu di pabrik es tersebut, apakah direbus dahulu atau tidak?  Kalau kita membuat es dirumah pasti tentunya memakai air yang sudah dimasak

 

         Secara kebetulan orang yang kita sebutkan diatas tidak mempunyai kekebalan terhadap VHA. Sebetulnya sederhana sekali untuk kita agar bisa terhindar dari infeksi HAA, yaitu dengan meminum air dan memakan makanan yang telah dimasak, Insya Allah kita terhindar dari infeksi hepatitis. Anda ingin terbebas dari tertular HAA?  Selain membiasakan makan makanan yang dimasak dengan baik, tentunya harus mengetahui apakah kita sudah mempunyai antibodi terhadap virus hepatitis A. Caranya mudah yaitu dengan cara memeriksakan  darah. Kita minta diperiksa terhadap anti VHA dan melihat,  apakah kita sudah mempunyai anti-VHA (antibodi) terhadap VHA atau tidak. Jika anda sudah mempunyai anti-HAV maka Insya Allah anda akan terbebas dari kemungkinan infeksi HAA, walauun anda makan sayuran segar alias tidak dimasak. Anda tidak perlu kuatir makan direstoran tingkat apapun.

 

            Kekerapan kejadian seseorang  terkena Infeksi hepatitis A mencerminkan tingkat higienis dan kebersihan lingkungan dimana kita tinggal. Jika disatu negara  atau tempat prevalensi anti HAA-nya tinggi, maka berarti kesehatan lingkungan atau kebersihan lingkungannya  kurang baik.  Jika diperiksa seluruh lapisan atau sebagian lapisan penduduknya diperiksa terhadap anti HAA, maka akan terlihat bahwa prevalensi anti HAA keseluruan penduduk yang diperiksa akan tinggi. Kebersihan keadaan higienis diberbagai tempat di Indonesia saja belum tentu sama.  Disuatu daerah bisa saja lebih tinggi dibandingkan daerah yang lainnya. Misalnya laporan dari Jayapura  angka yang sangt tinggi ditemukan. Anak-anak balita ternyata hampir seluruhnya sudah pernah terekspos, berarti anak-anak dibawah umur 5 tahun hampir seluruhnya sudah pernah mengalami infeksi HAA.  Pada satu penelitian di Jakarta, Bandung dan Makasar prevalensi anak balita yang terkena hepatitis A sekitar 30-40%, dan pada usia 30-40 tahun hamper 70-90% sudah pernah terkena infeksi hepatitis A.

 

            Bagi para dokter yang merawat penderita sakit kuning, data epidemiologik ini dapat dipergunakan untuk membantu menegakkan diagnosis secara cepat. Jika seorang menderita sakit kuning dengan usia diatas 50 tahun jangan didiagnosa sebagai hepatitis A, karena kemungkinan bahwa penderita  tersebut menderita sakit kuning (HAA) kecil sekali.  Mungkin saja terjadi beberapa orang yang belum pernah kontak dengan VHA karena saking bersihnya dan tidak pernah jajan diluar atau memakan makanan yang tidak dimasak. Bagi penderita yang sudah tua dan terkena penyakit kuning, dan kebetulan datang  kepada anda, seyogyanya kita sebagai klinisi lebih dahulu menduga kuningnya disebabkan oleh penyebab lainnya dan bukan hepatitis A, misalnya kemungkinan hepatitis yang lain (B atau C), penyakit batu empedu atau bahkan kemungkinan suatu tumor.

 

Keluhan dan Gejala Hepatitis Virus A Akut.

Bagaimana keluhan dan gejala hepatitis A akut (HAA)?.  Hepatitis A selalu akut dan tidak menjadi konik. Umumnya HAA akan menyembuh sendirinya, kecuali jika sedang naas kita terinfeksi oleh  penyakit hepatitis A fulminan atau sering disebut sebagai hepatitis A tipe yang ganas. Hepatitis A fulminan kejadiannya jarang, sekitar 0.05% saja. Kalau terkena keadaan ini prognosisnya buruk dan kebanyakan kasus berakhir dengan kematian. Pada umumnya para penderita terkena hepatitis A akut jenis yang klasik. Gejala hepatitis akut jenis yang klasik akan dimulai dengan  gejala prodromal, (preikterik), kemudian fase kterik (gejala kuning dimata dan kulit, dan akhirnya pasca iktetrik (rekonvalesensi). Umumnya penderita HAA akan mencari pertolongan dokter, karena baik penderitanya sendiri atau keluarga (orang tua) sangat takut dengan keluhan dan gejalanya yang pada awal sangat mengganggu, seperti  lemas, sakit perut, mual dan muntah serta tidak mau makan dan terlebih jika kuning sudah muncul.

 

           Sering kali keluhan dan gejala awal ini didahului oleh keluhan dan gejala “flu-like syndrome”, yang dalam beberapa hari akan mereda sendiri dan diikuti dengan gejala yang mengagetkan, dimana kencing terlihat kuning dan berangsur lebih kuning. Gejala kuning dimata mata  timbul, yang dapat dilihat oleh orang awam (keluarga dirumah). Jika orang awam sudah bisa melihat warna kuning dimata, maka sebenarnya kadar bilirubin sudah mencapai nilai 7 mg%. Dokter seharusnya sudah bisa melihat warna kekuningan dimata lebih awal, yaitu pada nilai bilirubin direk 2-3 mg%. Oleh karenanya penerangan lampu ditempat praktek harus sukup terang untuk bisa melihat warna kuning dimata secara lebih dini, dan lebih dulu dari anggota keluarga. Paling mudah melihat warna kuning mata adalah dibawah cahaya terang matahari, misalnya cahaya luar melalui jendela yang cukup besar. Karenanya tempat tidur pemeriksaan penderita harus ditempatkan dekat dengan jendela.

           

           Bagaimana kiat agar para dokter tidak kalah terlambat mendiagnosa HAA dibanding dengan keluarga?  Seyogyanya tempat praktek para dokter dilengkapi pemeriksaan lab sederhana dalam hal ini ada pemeriksaan bilirubin urin. Pemeriksaan test dipstik lebih dahulu positip daripada kemampuan keluarga melihat warna kuning mata. Jika para dokter dapat mendiagnosis penyakit lebih dahulu dari para keluarga, Insya Allah para dokter yang melengkapi tempat prakteknya dengan laboratorium  akan ramai prakteknya.

 

Hal. 2/4 >>

 

 

 

Google


Web Search Site Search

  Copyright ©2009 |   Yayasan Klinik Hati Prof. dr. H. Ali Sulaiman, Ph.D FACG   |   All Rights Reserved